CARA MENYIMPAN CABE JAMU KERING YANG TEPAT

CARA MENYIMPAN CABE JAMU KERING YANG TEPAT


CARA MENYIMPAN CABE JAMU KERING YANG TEPAT
Cabe Jamu merupakan rempah-rempah asli Indonesia. Keberadaan cabe jamu sendiri telah ada sejak nenek moyang kita dahulu. Namun potensi cabe jamu yang tinggi hanya diketahui oleh beberapa orang. Sehingga pada zaman dahulu petani yang membudidayakan cabe jamu ini sangatlah sedikit.
Seiring berkembangnya jaman dan teknologi, informasi mengenai hal apapun sangat mudah didapatkan. Begitu pula informasi tentang potensi tanaman cabe jamu. Seiring mudahnya informasi yang didapatkan maka banyak orang yang mengetahui tentang prospek budidaya cabe jamu. Sehingga hal ini menyebabkan banyaknya orang yang berduyun-duyun menanam cabe jamu.

Seiring berjalannya waktu banyak orang yang telah menanam cabe jamu. Mayoritas orang tergiur dengan harga cabe jamu kering yang tinggi. Selain itu cabe jamu ini juga terkenal karena mudahnya dalam perawatan. Dan cabe jamu ini juga memiliki usia tanam yang lama. Sehingga cabe jamu cocok sekali digunakan untuk investasi jangka panjang.

Membudidayakan cabe jamu ini harus diimbangi dengan pengetahuan dasar tentang perawatan yang baik. Hal ini bertujuan untuk meninimalisir kegagalan maupun kerusakan dalam budidaya cabe jamu. Ada beberapa macam jenis perawatan yang dibutuhkan tanaman cabe jamu. Namun sesuai dengan judul artikel diatas, maka dalam kesempatan ini akan kita jelasakan tentang cara menyimpan cabe jamu kering yang baik.

Baca juga: TIPS MERAWAT CABE JAMU SAAT MUSIM HUJAN

Sebelum saya membahas tentang cara penyimpanan cabe jamu kering yang baik, alangkah baiknya akan saya review kembali cara pengeringan cabe jamu yang benar. Cabe jamu sebenarnya buanya berbentuk biji-bijian. Namun biji cabe jamu tersebut telah dibungkus oleh daging buah. Sehingga jika dilakukan pengeringan membutuhkan waktu yang lama. Seperti pada penjelasan diartikel saya sebelumnya, pengeringan cabe jamu ada dua cara.

Pertama, pengeringan secara langsung yaitu proses pengeringan dengan cara menjemur langsung cabe jamu yang baru dipetik diterik sinar matahari tanpa dilakukan proses apapun. Kedua, pengeringan yang efektif yaitu proses pengeringan cabe jamu dengan cara didahului dengan proses perebusan terlebih dahulu. Perebusan ini bertujuan untuk mempercepat keluarnya kadar air pada cabe jamu. Selain itu proses perebusan ini dapat menghidarkan cabe jamu kering terjangkit jamur. Sehingga hal ini tidak akan merubah kualitas dari cabe jamu.

Untuk proses penyimpanan cabe jamu kering memang sangat mudah. Akan tetapi jika tidak dilakukan dengan benar maka aka bisa berakibat fatal. Penyimpanan cabe jamu kering dapat menggunakan karung beras yang bagian dalamnya terlebih dahulu dilapisi dengan plastik. Plastik ini berfungsi untuk membuat cabe jamu kedap udara. Sehingga bisa tahan dari kelembapan saat penyimpanan.

Setelah sudah diwadai usahakan peletakan cabe jamu ini harus ditempat yang kering. Cabe Jamu jangan diletakkan ditempat yang lembab karena bisa memicu tumbuhnya jamur. Jika cabe jamu baru selesai dijemur, usahakan cabe jamu benar-benar sudah dingin sebelum dimasukkan kedalam karung. Karena hal tersebut juga dapat memicu tumbuhnya jamur di cabe jamu. Karena cabe jamu kering yang telah jamuran kualitasnya akan turun. Sehingga hal tersebut juga dapat mempengarui harga jualnya. Itulah tadi ulasan singkat tentang cara menyimpan cabe jamu kering yang baik dan benar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda semua.
Baca selengkapnya »
TIPS MERAWAT CABE JAMU SAAT MUSIM HUJAN

TIPS MERAWAT CABE JAMU SAAT MUSIM HUJAN


TIPS MERAWAT CABE JAMU SAAT MUSIM HUJAN
Bagi sebagaian orang cabe jamu merupakan tanaman yang masih asing ditelinga. Hal ini dikarenakan masih sedikitnya orang yang merawat maupun menanam cabe jamu. Sehingga tanaman cabe jamu ini masih sulit ditemukan dilingkungan sekitar. Sehingga tidaklah heran jika keberadaan dan potensi cabe jamu ini banyak yang tidak mengetahui.

Dibalik potensinya yang tinggi, cabe jamu ini juga memerlukan perawatan yang ekstra. Banyak sekali petani yang baru nanam cabe jamu tetapi mengalami berbagai macam kendala. Maka dari itu ilmu dasar perawatan cabe jamu ini perlu diketahui oleh masing-masig petani sebelum menanam cabe jamu. Pengetahuan dasar ini pastinya akan sangat membantu petani dalam budidaya cabe jamu dan meminimalisir kegagalan.

Dalam artikel kali ini penulis tidak akan menjelaskan tentang seluruh perawatan cabe jamu. Namun kali ini penulis akan mencoba menerangkan bagaimana merawat cabe jamu saat musim hujan. Karena saat musim hujan diperlukan beberapa langkah prefentif untuk meminimalisir kematian cabe jamu.

Baca juga: FUNGISIDA UNTUK CABE JAMU

Bagi beberapa petani hujan merupakan sebuah anugrah yang tueun dari Tuhan. Namun bagi petani cabe jamu hujan ini bisa berdampak positif dan juga bisa berdampak negatif. Pada dasarnya hujan merupakan air yang yang turun dari langit dan kemudian bisa membasahi bumi. Air hujan pastinya bisa sebagai sumber makanan untuk semua tanaman. Akan tetapi jika hujan ini turun dalam kurun waktu yang lama dan berhari-hari justru akan bisa menyebabkan penyakit untuk tanaman khususna cabe jamu.

Pada dasarnya air hujan memiliki kadar PH Asam yang tinggi. Jika hujan ini turun secara terus menerus pastinya akan meningkatkan kadar keasaman tanah. Saat kadar asam tanah tinggi pastinya akan menggangu terhadap pertumbuhan dan perkembangan cabe jamu. Selain itu dengan intensitas hujan yang tinggi pastinya akan menyebabkan tingginya kelembapan tanah. hal ini berdampak terhadap tumbuhnya jamur pembusuk akar yang dapat menyerang tanaman cabe jamu.

Lalu yang mungkin menjadi pertanyaan anda semua, Bagaimana cara perawatan cabe jamu saat musim hujan ??? Pastinya pertanyaan diatas menjadi unek-unek semua petani cabe jamu. Untuk petani cabe jamu ada tiga langkah yang wajib dilakukan saat menghadapi musim hujan. Langkah-langkah tersebut anatara lain :

Pertama, pastikan saluran irigasi / drahinase memiliki kedalaman yang cukup. Minimal untuk lahan cabe jamu memiliki kedalaman drahinasi 40 cm dan lebarnya 30 cm. Dengan luas drahinase tersebut dapat mengurangi debit air saat musim hujan. Jika luas drahinase lahan cabe jamu yang anda miliki kurang dari kriteria diatas. Maka diperlukan penggalian lagi agar memiliki kedalaman yang cukup.

Kedua, pemotongan dahan-dahan tiang (tajar) tanaman cabe jamu. Jika tajar lahan cabe jamu anda memakai tanaman hidup, maka diperlukan pemotongan dahannya saat musim hujan. Hal ini bertujuan agar sinar matahari yang datang tidak terhalang oleh dahan-dahan tiang (tajar) cabe jamu. Sehingga bisa mengurangi tingkat kelembapan tanah.

Ketiga, penyemprotan tanaman dengan formula fungisida. Hal ini bertujuan untuk menekan pertumbuhan jamur pembusuk akar yang ada pada tanah maupun akar cabe jamu. Anda bisa menggunakan fungsida yang dijual ditoko-toko pertanian. Asalkan penggunaan fungisida dengan dosis yang rendah dan frekuensi yang tepat.

Ketiga langkah diatas merupakan bentuk pencegahan yang wajib dilakukan disaat musim hujan. Jika tidak dilakukan tindakan prefentif maka hal yang buruk bisa sewaktu-waktu menimpa lahan cabe jamu anda. semoga tulisan saya ini bisa membantu anda semua dalam pembudidayaan cabe jamu. Dan tulisan saya ini bisa menjawab segala pertanyaan anda tentang cabe jamu.
Baca selengkapnya »
FUNGISIDA UNTUK PENYAKIT CABE JAMU

FUNGISIDA UNTUK PENYAKIT CABE JAMU


Tahun ini banyak petani yang mencoba untuk menanam cabe jamu. Cabe jamu memiliki daya pikat karena tanaman rempah ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Karena harganya yang sangat menggiurkan banyak petani yang beralih untuk menanam cabe jamu. Untuk menanam cabe jamu diperlukan pemahaman yang cukup tentang karateristik si cabe jamu ini. Hal ini berguna untuk meminimalisir kegagalan dalam membudidayakan cabe jamu.

Diakhir-akhir ini banyak petani yang gagal dalam membudidayakan cabe jamu. Hal ini dikarenakan banyak tanaman cabe jamu petani yang terserang oleh jamur pembusuk akar. Para petani yang baru menanam cabe jamu mulai kebingungan dalam membasi penyakit cabe jamu ini.

Cabe jamu banyak yang terjangkit oleh jamur ini pada waktu musim hujan. Pada waktu musim hujan lahan akan lebih lembab daripada biasanya. Sehingga hal ini menyebabkan jamur pembusuk akar sangat cepat berkembang dilahan tersebut. Terlebih lagi jika lahan cabe jamu tersebut tidak memiliki saluran irigasi (selokan) yang berguna untuk mengalirkan air yang tergenang saat musim hujan. Apabila air yang tergenang pada lahan cabe jamu surutnya lama, maka hal ini dapat meningkatkan potensi cabe jamu untuk terserang jamur pembusuk akar.


Untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan ciri-ciri cabe jamu yang terserang jamur pembusuk akar.

Pertama
Ciri awal yang paling mudah dijumpai saat cabe jamu terserang oleh jamur pembusuk akar yaitu daun cabe jamu mulai berubah warna, berawal dari yang berwarna hijau berubah menjadi berwarna kuning.

Kedua
Ciri selanjutnya adalah banyaknya daun yang berguguran pada musim hujan maupun kemarau.

Ketiga
Produksi buah menurun akibat kurangnya nutrisi yang diserap oleh akar.

Kempat
Banyaknya daun, batang dan buah yang layu, selanjutnya diikuti dengan kematian cabe jamu.

Kelima
Produksi sulur cacing atau tunas yang menjalar ditanah turun sangat drastis, atau hampir tidak ada sulur cacing yang hidup pada cabe jamu tersebut.

Kelima poin diatas merupakan ciri-ciri tanaman cabe jamu yang terjangkit oleh jamur pembusuk akar. Pada prinsipnya serangan jamur pada cabe jamu ini banyak terjadi saat musim hujan. Pada musim hujan suhu dan lingkungan akan menjadi lembab. Selain itu intensitas cahaya matahari saat musim hujan pasti sangat minim. Hal ini menyebabkan jamur pembusuk akar sangat mudah untuk tumbuh dan berkembang.


Jika diantara pembaca ada yang mungkin sedang mengalami keadaan tersebut anda tidak perlu risau maupun kawatir. Penulis telah mencoba berbagi macam cara kelahan cabe jamu yang dimiliki. Dari berbagai macam cara tersebut penulis dapat memberikan sebuah kesimpulan yang sederhana, bagaimana cara menanggulangi cabe jamu yang terserang jamur pembusuk akar.

Langkah Pertama yang perlu dilakukan adalah  memastikan lahan yang ditanami cabe jamu memiliki parit (saluran drahinase) yang cukup dalam untuk pembuangan air saat musim hujan. Hal ini bertujuan agar saat musim hujan lahan cabe jamu tidak tergenang air dalam kurun waktu yang lama. Jika lahan yang anda miliki merupakan lahan miring atau lahan yang berada di lereng bukit maka pembuatan parit tersebut tidak diperlukan kembali.

Langkah kedua, jika tajar (tiang panjat) cabe jamu anda memiliki dahan yang lebat maka perlu dilakukannya pemangkasan. Hal ini bertujuan agar sinar matahari dapat menyinari lahan cabe jamu secara optimal.  Selain itu pemangkasan dahan tajar cabe jamu ini untuk meminimalisir rombohnya tajar cabe jamu saat musim hujan.

Langkah Ketiga, jika langkah pertama telah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah memberikan semprotan fungisida pada lahan yang terjangkit. Memang ditoko pertanian banyak dijual obat fungisida. Akan tetapi penulis telah membuktikan sendiri dengan fungisida WOT dapat degan ampuh membasmi jamur pada cabe jamu. Selain membasmi jamur formula WOT juga dapat membuat cabe jamu segar dan hijau kembali.


Jika diantara pembaca ada yang membutuhkan fungisida WOT untuk tanaman Cabe Jamu, Lada maupun Vanili anda bisa menghubungi contact person penulis yang tertera di website ini. 

HARGA WOT: 150.000/liter

Untuk lebih mempermudah pembaca saat mengaplikasikan WOT kelahan cabe jamu yang dimiliki, maka  SOP dan langkah-langkah penggunaan WOT sebagai berikut.

WOT sebagai penanggulangan cabe jamu yang terjangkit jamur pembusuk akar
  • 4 tutup WOT dilarautkan pada 1 tangki semprot ukuran 17 liter
  • Campur larutan diatas dengan 3sdm garam dapur
  • Dan kemudian tambah 3sdm sabun Mama Lemon sebagai perekat
  • Campur secara merata lauran diatas kemudian semprotkan campuran larutan tersebut secara merata mulai dari pangkal akar sampai ujung daun cabe jamu.
  • Lakukan penyemprotan dengan larutan diatas sebanyak 4 – 5 kali. Jarak waktu antara penyemprotan satu dengan penyemprotan yang lain 5 hari.

WOT sebagai pencegahan
  • 4 tutup WOT dilarautkan pada 1 tangki semprot ukuran 17 liter
  • Campur larutan diatas dengan 3sdm garam dapur
  • Dan kemudian tambah 3sdm sabun Mama Lemon sebagai perekat
  • Campur secara merata lauran diatas kemudian semprotkan campuran larutan tersebut secara merata mulai dari pangkal akar sampai ujung daun cabe jamu.
  • Untukk musim kemarau lakukan penyemprotan dengan larutan diatas 1 kali dalam sebulan. Jika untuk pencegahan pada musim hujan lakukan penyemprotan 2 minggu sekali.


Jika langkah-langkah diatas telah dilakukan maka cabe jamu dapat dipupuk kembali. Untuk pemupukan dapat menggunakan dengan pupuk organik maupun pupuk kimia. Hal yang penting diperhatikan adalah pemupukan harus dengan dosis yang rendah. Mengingat akar cabe jamu masih belom optimal dalam menyerap sari-sari makanan. Berikut tadi ulasan penulis tentang cara menaggulangi cabe jamu yang terjangkit penyakit. 
Baca selengkapnya »
Beranda