FUNGISIDA UNTUK PENYAKIT CABE JAMU


Tahun ini banyak petani yang mencoba untuk menanam cabe jamu. Cabe jamu memiliki daya pikat karena tanaman rempah ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Karena harganya yang sangat menggiurkan banyak petani yang beralih untuk menanam cabe jamu. Untuk menanam cabe jamu diperlukan pemahaman yang cukup tentang karateristik si cabe jamu ini. Hal ini berguna untuk meminimalisir kegagalan dalam membudidayakan cabe jamu.

Diakhir-akhir ini banyak petani yang gagal dalam membudidayakan cabe jamu. Hal ini dikarenakan banyak tanaman cabe jamu petani yang terserang oleh jamur pembusuk akar. Para petani yang baru menanam cabe jamu mulai kebingungan dalam membasi penyakit cabe jamu ini.

Cabe jamu banyak yang terjangkit oleh jamur ini pada waktu musim hujan. Pada waktu musim hujan lahan akan lebih lembab daripada biasanya. Sehingga hal ini menyebabkan jamur pembusuk akar sangat cepat berkembang dilahan tersebut. Terlebih lagi jika lahan cabe jamu tersebut tidak memiliki saluran irigasi (selokan) yang berguna untuk mengalirkan air yang tergenang saat musim hujan. Apabila air yang tergenang pada lahan cabe jamu surutnya lama, maka hal ini dapat meningkatkan potensi cabe jamu untuk terserang jamur pembusuk akar.


Untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan ciri-ciri cabe jamu yang terserang jamur pembusuk akar.

Pertama
Ciri awal yang paling mudah dijumpai saat cabe jamu terserang oleh jamur pembusuk akar yaitu daun cabe jamu mulai berubah warna, berawal dari yang berwarna hijau berubah menjadi berwarna kuning.

Kedua
Ciri selanjutnya adalah banyaknya daun yang berguguran pada musim hujan maupun kemarau.

Ketiga
Produksi buah menurun akibat kurangnya nutrisi yang diserap oleh akar.

Kempat
Banyaknya daun, batang dan buah yang layu, selanjutnya diikuti dengan kematian cabe jamu.

Kelima
Produksi sulur cacing atau tunas yang menjalar ditanah turun sangat drastis, atau hampir tidak ada sulur cacing yang hidup pada cabe jamu tersebut.

Kelima poin diatas merupakan ciri-ciri tanaman cabe jamu yang terjangkit oleh jamur pembusuk akar. Pada prinsipnya serangan jamur pada cabe jamu ini banyak terjadi saat musim hujan. Pada musim hujan suhu dan lingkungan akan menjadi lembab. Selain itu intensitas cahaya matahari saat musim hujan pasti sangat minim. Hal ini menyebabkan jamur pembusuk akar sangat mudah untuk tumbuh dan berkembang.


Jika diantara pembaca ada yang mungkin sedang mengalami keadaan tersebut anda tidak perlu risau maupun kawatir. Penulis telah mencoba berbagi macam cara kelahan cabe jamu yang dimiliki. Dari berbagai macam cara tersebut penulis dapat memberikan sebuah kesimpulan yang sederhana, bagaimana cara menanggulangi cabe jamu yang terserang jamur pembusuk akar.

Langkah Pertama yang perlu dilakukan adalah  memastikan lahan yang ditanami cabe jamu memiliki parit (saluran drahinase) yang cukup dalam untuk pembuangan air saat musim hujan. Hal ini bertujuan agar saat musim hujan lahan cabe jamu tidak tergenang air dalam kurun waktu yang lama. Jika lahan yang anda miliki merupakan lahan miring atau lahan yang berada di lereng bukit maka pembuatan parit tersebut tidak diperlukan kembali.

Langkah kedua, jika tajar (tiang panjat) cabe jamu anda memiliki dahan yang lebat maka perlu dilakukannya pemangkasan. Hal ini bertujuan agar sinar matahari dapat menyinari lahan cabe jamu secara optimal.  Selain itu pemangkasan dahan tajar cabe jamu ini untuk meminimalisir rombohnya tajar cabe jamu saat musim hujan.

Langkah Ketiga, jika langkah pertama telah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah memberikan semprotan fungisida pada lahan yang terjangkit. Memang ditoko pertanian banyak dijual obat fungisida. Akan tetapi penulis telah membuktikan sendiri dengan fungisida WOT dapat degan ampuh membasmi jamur pada cabe jamu. Selain membasmi jamur formula WOT juga dapat membuat cabe jamu segar dan hijau kembali.


Jika diantara pembaca ada yang membutuhkan fungisida WOT untuk tanaman Cabe Jamu, Lada maupun Vanili anda bisa menghubungi contact person penulis yang tertera di website ini. 

HARGA WOT: 150.000/liter

Untuk lebih mempermudah pembaca saat mengaplikasikan WOT kelahan cabe jamu yang dimiliki, maka  SOP dan langkah-langkah penggunaan WOT sebagai berikut.

WOT sebagai penanggulangan cabe jamu yang terjangkit jamur pembusuk akar
  • 4 tutup WOT dilarautkan pada 1 tangki semprot ukuran 17 liter
  • Campur larutan diatas dengan 3sdm garam dapur
  • Dan kemudian tambah 3sdm sabun Mama Lemon sebagai perekat
  • Campur secara merata lauran diatas kemudian semprotkan campuran larutan tersebut secara merata mulai dari pangkal akar sampai ujung daun cabe jamu.
  • Lakukan penyemprotan dengan larutan diatas sebanyak 4 – 5 kali. Jarak waktu antara penyemprotan satu dengan penyemprotan yang lain 5 hari.

WOT sebagai pencegahan
  • 4 tutup WOT dilarautkan pada 1 tangki semprot ukuran 17 liter
  • Campur larutan diatas dengan 3sdm garam dapur
  • Dan kemudian tambah 3sdm sabun Mama Lemon sebagai perekat
  • Campur secara merata lauran diatas kemudian semprotkan campuran larutan tersebut secara merata mulai dari pangkal akar sampai ujung daun cabe jamu.
  • Untukk musim kemarau lakukan penyemprotan dengan larutan diatas 1 kali dalam sebulan. Jika untuk pencegahan pada musim hujan lakukan penyemprotan 2 minggu sekali.


Jika langkah-langkah diatas telah dilakukan maka cabe jamu dapat dipupuk kembali. Untuk pemupukan dapat menggunakan dengan pupuk organik maupun pupuk kimia. Hal yang penting diperhatikan adalah pemupukan harus dengan dosis yang rendah. Mengingat akar cabe jamu masih belom optimal dalam menyerap sari-sari makanan. Berikut tadi ulasan penulis tentang cara menaggulangi cabe jamu yang terjangkit penyakit. 

FUNGISIDA UNTUK PENYAKIT CABE JAMU